Misteri Piramida di Antartika yang “Disembunyikan” dalam Peta

Misteri Piramida di Antartika yang "Disembunyikan" dalam Peta

Pertama ialah penjelasan mengenai penggambaran Antarika sebagai lautan bukan daratan es.
Dalam situs Quora, seorang pengguna yang berprofesi sebagai Kartografer atau ahli pemetaan menjawab bahwa Antartika tidak bisa terlihat sepenuhnya di Google Maps karena Google Maps menggunakan proyeksi Mercator, yang memiliki karakteristik bahwa segala sesuatunya terlihat semakin besar saat semakin dekat dengan kutub.

“Anda tidak dapat melihat letak pasti kutub karena skala peta di Google Maps tidak terhingga,” tulisnya.
“Karena masalah skala peta dan karena tidak banyak fitur permanen untuk dipetakan di dekat kutub, Google Maps tidak menunjukkan apa pun di luar 85 derajat (kutub berada pada 90 derajat),” lanjutnya.

Selain soal keberadaannya yang seakan “dihilangkan dari peta”, teori konspirasi lain mengenai Antartika ialah soal piramida.

Mengutip tulisan di LiveScience.com, piramida tersebut sebenarnya ialah pegunungan di Antartika yang memang berbentuk piramida, hasil dari erosi selama ratusan juta tahun.

“Ini gunung yang terlihat seperti piramida,” Eric Rignot, seorang profesor ilmu sistem Bumi di University of California, Irvine.

“Mungkin mirip piramida, tapi ada banyak juga puncak gunung lain yang juga terlihat seperti piramida, meski terkadang hanya satu atau dua sisi, sementara gunung di Antartika memiliki empat sisi, sangat jarang,” lanjutnya.

Gunung piramida, yang tidak memiliki nama resmi, adalah salah satu dari banyak puncak yang membentuk Pegunungan Ellsworth Antartika, yang ditemukan oleh penerbang Amerika bernama Lincoln Ellsworth selama penerbangan pada 23 November 1935, menurut sebuah penelitian 2007 makalah yang diterbitkan oleh US Geological Survey (USGS).

Lebih khusus lagi, gunung yang tidak disebutkan namanya – terletak di 79°58’39.25″S 81°57’32.21″W – berada di bagian selatan Pegunungan Ellsworth di daerah yang disebut Heritage Range, yang dikenal dengan kekayaan fosilnya, termasuk yang trilobita (fosil artropoda laut) periode Kambrium dari lebih dari 500 juta tahun yang lalu, menurut laporan USGS 1972.

Gunung ini tidak tinggi, hanya 1.265 meter, atau kurang dari seperlima ketinggian Denali, gunung tertinggi di Amerika Utara, menurut Google Earth.

Gunung itu mungkin tidak setinggi Denali, tetapi bentuknya yang mirip piramida membuatnya menarik, kata Mauri Pelto, profesor ilmu lingkungan di Nichols College di Dudley, Massachusetts.

Erosi beku-cair kemungkinan menyebabkan bentuknya seperti piramida, kata Pelto. Ini terjadi ketika salju atau air mengisi celah-celah di dalam gunung pada siang hari.

Saat malam tiba dan suhu turun, salju membeku dan mengembang, berubah menjadi es. Es yang mengembang menyebabkan retakan semakin membesar, kata Pelto.

Erosi beku-cair ini terjadi berkali-kali, yang mengarah pada penciptaan retakan yang lebih besar yang pada akhirnya dapat menyebabkan seluruh bagian batuan pecah, katanya.

Kekuatan ini kemungkinan juga membentuk “gunung piramida” lainnya, termasuk Matterhorn di Pegunungan Alpen, katanya.

Tiga dari empat sisi gunung di Antartika tampaknya telah terkikis dengan kecepatan yang hampir sama.

“Ini menunjukkan, karena terkikisnya begitu merata, jenis batuannya cukup seragam,” kata Pelto.

Dengan kata lain, gunung tanpa nama itu kemungkinan “dalam satu lapisan batuan,” kata Pelto.

“Gunung ini bukan gunung yang sangat besar, jadi tidak terlalu mengejutkan.”

Berawal dari teori konspirasi, berujung pada pemahaman ilmiah yang menambah wawasan. Membaca soal misteri memang sangat mengasyikkan, tapi ingat jangan lupakan panduan ilmiahnya agar kita tak tersesat.

Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.

Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.

Baca Juga:

Judi Bola

Slot Gopay

Mix Parlay

Mix Parlay

Slot Pulsa

Scatter Hitam

Scatter Hitam

Scatter Pink

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

okewla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *